pertempuran surabaya (27 Oktober - 20 November 1945)
Diakronik
Tanggal 25 Oktober 1945, tentara Inggris mendarat di Surabaya dan tergabung dalam AFNEI (Allied Forces Netherland East Indies). Mereka memiliki beberapa tugas, yakni untuk melucuti tentara Jepang, membebaskan tawanan perang yang ditahan Jepang, dan memulangkan tentara-tentara Jepang kembali ke negaranya. Namun ternyata, tentara Inggris memiliki misi lain, yakni mengembalikan Indonesia ke bawah jajahan Belanda. NICA (Netherland Indies Civil Administration) ikut serta membonceng dengan Inggris untuk melaksanakan misi tersebut. Nah, hal inilah yang menimbulkan banyak perlawanan dari rakyat Indonesia di berbagai tempat, termasuk salah satunya perlawanan oleh rakyat Surabaya pada 10 November 1945
Sinkronik
Pertempuran Surabaya diawali dengan penyerangan besar-besaran dari tentara Inggris. Serangan diawali dengan bom udara ke gedung-gedung pemerintahan, juga mengerahkan sekitar 30.000 infanteri, beberapa pesawat, tank, dan kapal perang. Surabaya dibombardir dari laut dan darat. Perlawanan dari rakyat pun berkobar di seluruh penjuru kota.
Perlawanan rakyat Surabaya dipimpin beberapa tokoh-tokoh berpengaruh seperti Bung Tomo. Tokoh-tokoh agama yang terdiri dari ulama dan kyai-kyai juga ikut berperan dalam perlawanan ini, seperti KH Hasyim Asyari dan KH Wahab Hasbullah. Pihak Inggris yang menduga kota Surabaya bisa takluk di tangan Inggris dalam tiga hari salah besar, karena pertempuran ini berlangsung sampai tiga minggu lamanya. Setidaknya 6,000 pejuang dari pihak Indonesia tewas dan 200,000 rakyat sipil mengungsi dari Surabaya. Perlawanan ini telah menggerakan seluruh Indonesia untuk juga ikut memberikan perlawanan. Dengan banyaknya pejuang yang gugur dalam pertempuran ini, maka tanggal 10 November kini dikenang sebagai Hari Pahlawan